Hadis Kiamat Nabi sudah menjadi kenyataan!!! Salji turun di gurun Tanah Arab.


Fenomena salji di Sahara yang berjaya dirakamkan. - Foto: Facebook - Zineddine Hashas Hashas
SEORANG jurugambar amatur telah berjaya merakamkan imej-imej luar biasa dan indah apabila gurun Sahara ditimpa salji pada 19 Disember lalu.

Portal berita Huffington Post melaporkan, gurun yang luas dan terkenal dengan suasana tandus itu kali terakhir menerima fenomena seperti itu adalah pada kira-kira 40 tahun lalu.

Karim Bouchetata telah merakamkan gambar-gambar menarik itu Isnin lalu di sebuah pekan di Algeria iaitu Ain Sefra, yang terletak di kawasan pergunungan Atlas di sebelah utara gurun tersebut.

Kejadian istimewa itu turut dikonhgsi seorang pengembara dan juga jurugambar, Zineddine Hashas.

Masing-masing menyiarkan penemuan tersebut dalam akaun Facebook masing-masing.



Pemandangan ini dirakamkan Bouchetata di Ain Sefra. - Foto: Karim Bouchetata

Dalam imej yang dirakamkan itu, lapisan nipis salji dilihat menyelaputi beting dan gumuk pasir, dan bertahan selama sehari. Di permukaan yang lebih curam pula, kesan jatuhan salji itu membentuk corak yang tersendiri.

Fenomena salji terakhir di Ain Sefra dilaporkan berlaku pada tahun 1979, apabila ribut salji tiba-tiba berlaku hingga membuatkan penduduk setempat terpinga-pinga dan bergegas mencari tempat berlindung.

“Semua orang terpegun melihat salji turun di gurun. Ia amat jarang terjadi. Kejadiannya menakjubkan.
“Semua orang terpesona melihat kesan tersebut dan begitu indah untuk diabadikan dalam gambar. Ia bertahan selama sehari sebelum mencair,” kata Bouchetata.


Lapisan salji ini bertahan selama sehari sebelum mencair. - Foto: Pemandangan ini dirakamkan Bouchetata di Ain Sefra. - Foto: Karim Bouchetata



Wadi Rum Farm (earthporm.com)
Apa yang Anda bayangkan saat mendengar kata “gurun”? Tandus, kering kerontang,tidak ada tanaman. Jika demikian, Anda akan kaget melihat gurun ini. Perubahan besar telah terjadi. Kini gurun pasir ini telah berubah menjadi hijau, dipenuhi dengan tumbuhan.

Foto-foto ini diambil dari gurun Wadi Rum di Jordania, dekat dengan perbatasan Arab Saudi. Kawasan yang dikenal sebutan Valley of the moon (lembah bulan) ini sebelumnya merupakan daerah yang sangat kering, namun kini berubah menjadi hijau dengan sentuhan teknologi pertanian.

Perubahan gurun pasir menjadi kebun hijau tersebut dirintis setelah diketahui bahwa ternyata di bawah gurun pasir terkandung sumber air cukup melimpah, di bawah kedalaman 30 – 400 meter. Air itu kemudian diangkan dengan teknologi pertanian sistem pivot water nozzles (nozel air berputar) sehingga menjadi irigasi sistemik bagi tanaman di sana.




Ketersediaan air saja ternyata tidak cukup untuk mengubah gurun tersebut menjadi tanah penumbuh tanaman. Karena belum ada vegetasi yang bisa tumbuh, maka riset pun dilakukan dan kemudian dipakailah succulent groundcover plant untuk mengurangi suhu di permukaan tanah.





Kini, di Wadi Rum terdapat banyak lahan hijau yang sebagaiannya berbentuk lingkaran yang sekilas menyeramkan karena dari atas tampak seperti bekas pendaratan UFO. Padahal jika didekati, tampaklah itu kebun-kebun sayuran seperti kentang, tomat, hingga buah delima.

Lebih dari 14 abad yang lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mensabdakan bahwa salah satu tanda kiamat adalah kembalinya tanah Arab menjadi hijau.


لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ ... حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
“Tidak akan tiba hari kiamat... hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.” (HR. Muslim)



Disebut kembali hijau karena ternyata dulunya tanah Arab memang hijau. Di antara buktinya adalah temuan para ilmuwan geologi. “Jika anda menggali tanah di jazirah Arab maka Anda akan menemukan peninggalan-peninggalan yang menunjukkan bahwa dulunya Arab pernah menjadi daerah yang subur. Buktinya sangat banyak, di antaranya adalah peninggalan-peninggalan yang ditemukan di bawah bebatuan,” kata Prof. Alfred Kroner.

Selain teknologi buatan seperti Wadi Rum Farm, hijaunya kembali tanah Arab juga diprediksi akan terjadi secara alami melalui perubahan iklim dan cuaca. Misalnya dengan seringnya turun salju di wilayah Arab.



Salju di Arab dan banjir di Makkah

Imam Masjidil Haram Syaikh Su’ud Syuraim mengatakan, fenomena turunnya salju yang lebih sering terjadi membuktikan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar seorang Nabi dan Rasul yang menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Syaikh Syuraim menambahkan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tumbuhan. Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut.

Seringnya turun salju di Tabuk, menurut Syeikh Syuraim, mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz saat perang Tabuk, “Kalau umurmu panjang, maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun.” [Ibnu K/Tarbiyah.net]


WIIIIII

iklan bawah